Senin, 22 Juni 2015

SURABAYA, KOMPAS.com - Surabaya banyak menyimpan ikon sejarah. Salah satunya adalah Kampung Lawas Maspati. Pemukiman di Kelurahan Bubutan, Kecamatan Bubutan itu banyak dihuni keluarga para pejuang kemerdekaan, khususnya yang turut serta di pertempuran 10 November.

Kampung Lawas Maspati berada tidak jauh dari monumen Tugu Pahlawan Surabaya. Di kampung tersebut, masih banyak dijumpai bangunan-bangunan asli perkampungan Surabaya zaman dahulu yang masih berdiri kokoh, yang kini dihuni anak cucu para pejuang Surabaya.  Salah satu di antaranya adalah rumah milik Raden Soemomiharjo, tokoh dari Keraton Surakarta yang oleh warga setempat akrab dipanggil "Ndoro Mantri".

"Selain rumah milik Ndoro Mantri, juga ditemukan sejumlah Punden dan barang bersejarah yang hingga kini disimpan oleh keluarga para pejuang di kampung Maspati ini," kata Ketua RW 8 Maspati, Sabar Swastono.

Kampung Lawas Maspati, lanjutnya, berada di wilayah RW 8 di enam RT. Kampung tersebut dihuni oleh sekitar 350 kepala keluarga dengan 1.600 jiwa. Meski berada di gang sempit, kampung tersebut terlihat asri dengan dipenuhi tanaman-tanaman rimbun. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyempatkan "blusukan" di kampung tersebut sekaligus membuka Festival Kampung Lawas Surabaya, Selasa (26/5/2015). Risma berjanji akan menjadikan kampung Maspati sebagai cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

"Saya sendiri yang akan mendesain tata kampungnya sehingga nanti bisa dijadikan destinasi wisata kampung di Surabaya," kata Risma.

Risma meminta pengurus kampung menggandeng BUMN agar bersedia menyalurkan dana sosialnya, untuk penguatan ekonomi lokal warga setempat.

"Karena jika ekonominya kuat, warga tidak akan memberikan lahannya kepada investor," ungkap Risma.

Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto, menyambut baik upaya Risma mengemas kampung lawas Maspati sebagai kampung wisata. Menurut dia, selama ini wisatawan kapal pesiar belum menemukan destinasi wisata khas yang memiliki nilai lokal yang kuat di Surabaya.

"Akibatnya, jika mereka sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, hanya sedikit saja yang turun. Kebanyakan wisatawan mancanegara memilih beristirahat dan bersantai di dalam kapal," ungkapnya.


P

0 komentar:

Posting Komentar

PIAGAM PENGHARGAAN GREEN and CLEAN 2014

PIAGAM PENGHARGAAN GREEN and CLEAN 2014

Logo Kampung Lawas Maspati

Logo Kampung Lawas Maspati

JUARA 2 Kampung SAMBA 2014

JUARA 2 Kampung SAMBA 2014